Densus 88 Amankan Sejumlah Terduga Teroris, Penggeledahan Dilakukan di 3 Wilayah

RAKYAT MERDEKA — Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan serangkaian penindakan terhadap sejumlah orang yang diduga terlibat dalam jaringan terorisme di beberapa wilayah Indonesia. Penangkapan dan penggeledahan berlangsung di Bandung, Jawa Barat, Klaten, Jawa Tengah, serta sejumlah lokasi di Sulawesi Tengah.

Petugas melakukan penindakan di lokasi yang berbeda pada waktu yang hampir bersamaan. Selain mengamankan sejumlah terduga, polisi juga melakukan penggeledahan terhadap tempat tinggal mereka dan membawa beberapa barang yang diduga berkaitan dengan penyelidikan.

Di Bandung, proses penggeledahan berlangsung di sebuah rumah kontrakan di kawasan Parakan Saat, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, pada Jumat (2/10) pagi.

Penggeledahan dilakukan setelah petugas lebih dahulu menangkap seorang pria yang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan terorisme di lokasi lain. Dari rumah kontrakan tersebut, petugas membawa sejumlah perangkat elektronik dan barang lainnya untuk kepentingan penyelidikan.

Barang yang diamankan antara lain telepon seluler, kartu telepon, serta flashdisk.

Geledah Rumah Kontrakan di Bandung dan Klaten

Ketika petugas melakukan penggeledahan di Bandung, rumah tersebut dihuni oleh istri dan dua anak terduga pelaku. Untuk menjaga kondisi psikologis anak selama proses pemeriksaan, polisi wanita turut dilibatkan untuk memberikan pendampingan.

Setelah seluruh proses penggeledahan selesai, petugas tidak membawa istri maupun anak terduga pelaku. Mereka tetap berada di rumah dan tidak ikut diamankan dalam penindakan tersebut.

Penindakan serupa juga berlangsung di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Densus 88 menangkap dua pria yang diduga terlibat dalam aktivitas terorisme di Desa Palar, Kecamatan Trucuk.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap rumah kontrakan yang ditempati salah satu terduga berinisial N. Dari lokasi tersebut, polisi membawa sejumlah barang yang dianggap berkaitan dengan penyelidikan.

Barang yang diamankan meliputi satu tablet, dua telepon seluler, serta tujuh buku yang disebut berkaitan dengan aktivitas terduga.

N diketahui bukan warga asli Desa Palar dan tinggal di wilayah tersebut dengan status sebagai penghuni kontrakan. Ia disebut telah tinggal di lokasi itu selama kurang lebih dua tahun.

Warga setempat mengenal N sebagai sosok yang cukup jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Aktivitasnya lebih banyak berkaitan dengan pekerjaan. Ia juga disebut mengajar di sebuah pondok di Desa Temuwangi.

N diketahui telah berkeluarga dan memiliki tiga anak. Menurut keterangan perangkat desa, keluarga tersebut lebih banyak beraktivitas di rumah dan keluar ketika memiliki keperluan tertentu seperti bekerja atau berbelanja.

Petugas juga menggeledah rumah kontrakan lain yang dihuni pria berinisial Y. Dalam penggeledahan tersebut, polisi hanya membawa satu barang berupa hard disk.

Y juga bukan warga asli Desa Palar. Data kependudukannya menunjukkan keterkaitan dengan wilayah Boyolali. Ia tinggal di Desa Palar dengan status sebagai penghuni kontrakan.

Warga mengenal Y sebagai orang yang memiliki pekerjaan memperbaiki berbagai peralatan elektronik rumah tangga. Di sekitar rumahnya, ia diketahui melayani jasa perbaikan mesin cuci, kompor, dan perangkat lainnya.

Y juga disebut memiliki tiga anak. Sama seperti N, ia dinilai cukup jarang berinteraksi dengan warga sekitar karena lebih banyak menjalankan aktivitas di rumah dan tempat kerja.

Tiga Terduga Teroris Diamankan di Sulawesi Tengah

Penindakan Densus 88 tidak hanya berlangsung di Pulau Jawa. Aparat juga menangkap tiga orang yang diduga terlibat jaringan terorisme di Sulawesi Tengah.

Dua orang berinisial A dan GG diamankan di Desa Tomoli Utara, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, pada Jumat (2/10).

Sementara itu, seorang terduga lainnya berinisial S ditangkap di wilayah Kabupaten Poso.

Kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap ketiga orang tersebut untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan mereka serta kemungkinan hubungan dengan jaringan terorisme tertentu.

Kabidhumas Polda Sulawesi Tengah Kombes Achmad Muhaimin mengatakan tim masih mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap dugaan afiliasi jaringan dari ketiga terduga.

Rangkaian penindakan di Bandung, Klaten, Parigi Moutong, dan Poso tersebut menunjukkan bahwa aparat masih melakukan pengembangan terhadap dugaan aktivitas jaringan terorisme di sejumlah wilayah.

Hingga saat ini, proses penyelidikan terhadap para terduga masih berlangsung. Polisi juga terus mendalami barang-barang yang disita dari beberapa lokasi untuk mendapatkan informasi mengenai dugaan keterlibatan dan jaringan yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Related posts